Satu Kali Kehidupan
Karya: Arindi HidayantiAku berkelana di tengah riuhnya dunia
Mencari tempat teraman tuk sekedar menepi
Apa yang aku tunggu di kehidupan ini
Pertanyaan seperti apa yang aku jawab
Hingga aku diberi hidup dalam kerasnya garis takdir
Kehidupan dambaan yang penuh kebahagiaan
Justru sirna hanya karena manusia
Sorot mata hina dan telinga yang menghakimi
Membuat diri hilang tak tersisa
Perih yang dirasa tidak bisa musnah
Tangis yang ditahan pecah
Pelukan dingin malam di sudut kamar
Menjadi saksi atas hancurnya harga diri
Tangis dipaksa lebur bersama lara
Pilu hanyut menyatu bersama waktu yang berlalu
Yogyakarta, 26 Agustus 2026