Tangis yang tak terucap
Karya: Salsa nabila zahraDi balik senyum yang tampak baik-baik saja,
tersimpan luka yang tak pernah terbaca.
Tak semua perih menemukan suara,
beberapa memilih jatuh bersama air mata.
Malam menjadi ruang perenungan,
ketika dunia perlahan kehilangan riuh.
Tangis mengalir membawa segala rasa,
tentang hati yang lelah berpura-pura kuat.
Dulu kukira menangis adalah kelemahan,
namun waktu mengajarkan sebuah kenyataan
air mata bukan tanda kelemahan,
melainkan cara hati melepaskan beban.
Biarlah tangis menemukan jalannya,
membawa pergi sesak dan keresahan.
Sebab luka tak harus segera dilupakan,
ia hanya perlu waktu untuk disembuhkan.
Kini aku mengerti,
menjadi kuat bukan berarti tak menangis,
melainkan tetap memilih untuk tumbuh
setelah hati berkali-kali jatuh.
Jakarta, 14 September 2026