Setelah Riuh Reda
Karya: Syauqi Aqshal HibriziAku mengibarkan tawa seranyaring guntur,
menambal retak yang merekah di dinding dada.
Orang-orang berteduh pada riang yang kupajang,
tak melihat danau duka yang meluap di balik mata.
Namun saat riuh reda dan lampu-lampu padam,
perisai nyaring itu luruh menjadi debu.
Di balik pintu kamar yang terkunci rapat,
hanya ada jemari yang gemetar menyapu leleh air mata yang akhirnya berani jatuh.
Purwokerto 14 September 2026