Tangis Terakhir yang Tidak Pernah Selesai
Karya: Sa'idatun Nisa'Di sudut dadaku ada ruang yang sengaja kukunci,
tempat menyimpan tangis yang belum sempat tumpah,
menunggu waktu yang tepat untuk pecah.
Sudah bertahun-tahun ia bersembunyi di sana,
sebab dahulu ibu pernah berkata,
jangan menangis tanpa sebab yang jelas.
Ia masih menunggu di sana,
seperti surat yang tak pernah selesai kutulis,
menanti kalimat penutup
yang entah kapan akan kutemukan.
Kadang ia muncul diam-diam
saat kudengar lagu yang dulu sering diputar,
saat kucium aroma kopi
yang tak lagi diseduh untuk siapa-siapa,
saat sepi tiba-tiba terasa
begitu mirip dengan kehilangan.
Barangkali tangis terakhir memang tak pernah benar-benar selesai,
sebab beberapa duka tidak dirancang untuk tuntas,
melainkan menjadi luka yang sengaja kupelihara,
sebab hanya dengan begitu aku tahu,
aku pernah benar-benar mencintai sesuatu.
Malang, 11 September 2026