Merapalkan Lupa
Karya: Meriska Aries SellaSungguh naif ketika asmara perih menyiksa
Aku bernyali merayu Tuhan
Hanya sebagai pelipur lara
Tanpa percaya apakah Ia benar mendengarkan
Tangis menjadi saksi atas nama cinta
Yang berdusta dalam balutan tawa
Janji manis kala itu telah berwujud sembilu Membiarkan luka di dada menggerus jiwaku
Kekasih
Kau masih bersemayam di dasar hati
Namamu terukir tenang di setiap jengkal harapanku
Aku tak lagi tangguh menyelamatkan diri
Sebab potret dirimu, selalu memenangkan hatiku
Aku tak berdaya melawan rasa
Tak sanggup merapalkan mantra agar segera lupa
Namun, satu keyakinan dalam naluri
Bahwa waktu adalah isyarat pasti
Kelak sayatan yang menolak sembuh
Akan terbalut tenang
Kembali menyambut tamu yang bersungguh sungguh
Palangka Raya, 11 September 2026