AMBANG
Karya: SAFUATU ARDINA SARIKualirkan luka langit yang tumpah di ambang pintumu
Jatuh, menebas debu yang gemuruh
Sebab mendungku telah sampai pada batas luruh
Kau membuka pintu
Kusangka, ambangmu adalah teduh
Namun, kau menyalakan lampu penghakiman
Memantulkan satu demi satu kesalahan
Hingga badai bersarang dalam ingatan
Wahai insan, nuranimu hambar
Kau benar
Barangkali akulah
yang menanam musim di luar
Lalu memetik sendiri buah-buah getirnya
Hei,
Bukankah hujan berhak sekedar jatuh ?
Tanpa dicari-cari dosa pada tiap tetesnya.
Sejak itu, kupahami
Ada pintu yang terbuka
Hanya untuk menghadiahkan luka.
Lampung, 15 September 2026