Bersandar, Tapi Bukan untuk Tinggal
Karya: Safira Bilqis MahgfiroBerawal dari wajah yang tak sengaja kulihat,
lalu menjadi bahu tempatku bersandar.
Dari tawa, lagu, dan percakapan,
kau perlahan menjadi bagian dari hariku.
Namun, di balik nyaman yang kurasakan,
tersimpan harapan yang tak pernah terucap.
Hingga sebuah batas akhirnya datang,
dan membuatku belajar menerima kenyataan.
Kita pernah begitu dekat,
berbagi cerita dan mengisi hari dengan tawa.
Tetapi ternyata, kita tak menuju tempat yang sama.
Aku tersenyum di depanmu,
sementara diam-diam air mata jatuh.
Kini tangisku bukan karena membencimu,
melainkan karena harus belajar melepaskan.
Sebab tidak semua yang membuat kita nyaman
ditakdirkan untuk tinggal selamanya.
Mungkin kau hanya singgah,
untuk meninggalkan kenangan dan sebuah pelajaran:
bahwa bersandar tidak selalu berarti memiliki.
Kediri, 08 September 2026