Aku pernah kehilangan arah
Karya: Hafizah Izzatul JannahSiapa yang tahu tentang bagaimana hati ini bertahan?
Siapa yang tahu tentang perih mata yang harus selalu menahan airnya keluar?
Siapa yang tahu tentang rasa bersalah macam apa yang kunjung datang menghampiri?
Aku harus selalu duduk di kursi kayu itu. Demi menimba ilmu yang tak pernah ku dapat sebelumnya. Demi mendengarkan ocehan guru yang ku hormati.
Tapi kenapa semua hari hari itu harus terasa seperti neraka? Seolah hanya aku satu satunya.
Air mataku seolah akan mengalir selalu. Pertanyaan pertanyaan selalu muncul dalam benakku..
"Apa mereka lupa padaku?.."
"Apa mereka meniadakanku dari pandangan mereka?.."
Hati ini berusaha tegar. Manusia telah mengecoh tujuanku. Aku hilang arah tanpa petunjuk.
Niat awal ku nyaris lenyap. Fokus ku hilang.
Apa yang ku kejar di sekolah?
Hari hari berlalu. Tak ada yang ingin berteman dengan ku. Aku mulai lelah. Aku menyerah.
Aku menatap papan tulis lamat lamat.
Membayangkan betapa banyaknya tulisan berantakan yang amat bernilai. Aku menyia nyiakannya hanya demi memiliki seorang "teman".
Aku sadar kembali. Memiliki teman bukanlah tujuanku. Aku datang ke sekolah di pagi buta bukan untuk mengemis mencari teman.
Aku datang ke sekolah untuk belajar. Menimba ilmu. Menjadi seperti yang orang tua harapkan kepadaku.
Sekali lagi.. aku niatkan kembali perjalananku.
Aku bersekolah agar aku menjadi seperti yang orangtua ku harapkan.
Bekasi, 5 September 2026