Perang Dingin Menjelang Subuh
Karya: Sa'adatul KarimahMalam semakin larut
Sunyi menyelimuti malam yang tenang
Menyuguhkan purnama bersinar terang
Namun di tepi kasur terdengar isak tangis yang teramat memilukan
Berasal dari gadis yang tidak bisa tertidur
Dadanya seperti sesak
Perang dingin menyerbu pertahanannya
Banyak tanya memenuhi isi kepalanya
Seperti langkah pelan, namun jejaknya terlihat
Seperti tersenyum sumringah, namun hatinya tersiksa
Seperti ada guratan sembilu yang ditarik paksa
Membobol kunci serta membuatnya terbuka
Dan, pada ahirnya tangisnya kembali terpecah
Semua tentang kegundahan itu terbongkar
Tentang kata yang belum sempat tertata
Tentang maaf yang belum terucap
Tentang penyesalan yang terlambat
Dan tentang aku yang selalu kalah dari aku
Ahirnya..
Perang dingin itu terjadi lagi
Pada waktu yang sama, tepat dan berulang
Kunamai ia sebagai perang dingin menjelang subuh
Buat ia usai maka kamu menang
Kismantoro, 12 September 2026