Lamunan di 3.265Mdpl (Meter Di atas Permukaan Laut)
Karya: Rossiana Wulandari3.265 mdpl
Kita pernah mendaki begitu jauh,
melewati dingin, lelah, dan keraguan,
hingga akhirnya sampai
di ketinggian 3.265 mdpl.
Kupikir,
setelah sejauh ini kita berjalan,
kita akan sampai pada tempat
yang bernama selamanya.
Ternyata aku salah.
Di atas sana,
langit begitu dekat,
tetapi kau justru terasa semakin jauh.
Kita berdiri berdampingan,
namun ada jarak
yang tak bisa ditempuh
oleh langkah kaki mana pun.
Angin membawa dingin,
dan perlahan membawa pergi
hal-hal yang dulu kita sebut
"nanti kita".
Aku masih ingat tawamu,
caramu menatap langit,
dan bagaimana kita pernah percaya
bahwa selama bersama,
seberat apa pun perjalanan
akan selalu bisa dilalui.
Tapi ternyata
ada puncak yang memang
hanya boleh dicapai bersama,
bukan untuk dimiliki selamanya.
Kini 3.265 mdpl
bukan lagi tentang ketinggian.
Ia adalah tempat
di mana aku belajar
bahwa mencintai seseorang
tidak selalu berarti
harus terus berjalan bersamanya.
Ada yang harus ditinggalkan
meski hati masih ingin menggenggam.
Ada yang harus direlakan
meski kenangan belum selesai bercerita.
Dan ada perpisahan
yang tak pernah benar-benar kita inginkan,
tetapi tetap harus kita terima.
Jika suatu hari
aku kembali ke tempat itu,
mungkin aku akan berdiri sendiri.
Menatap langit yang sama,
menghirup udara yang sama,
namun tanpa tanganmu
di genggaman.
Dan mungkin saat itu
aku akhirnya mengerti
bahwa yang paling menyakitkan
bukanlah turun dari 3.265 mdpl,
melainkan menyadari
bahwa setelah perjalanan sepanjang itu,
orang yang paling ingin kutemui di puncak
ternyata memilih
untuk tidak lagi berjalan bersamaku.
Selamat tinggal,
untuk segala yang pernah kita perjuangkan.
Semoga di ketinggian mana pun
kita menemukan bahagia masing-masing.
Dan jika kenangan tentang kita
sesekali kembali bersama kabut,
biarlah ia tinggal sebentar.
Karena pernah ada kita,
pernah ada tawa,
pernah ada cinta,
dan pernah ada dua hati
yang percaya
bahwa 3.265 mdpl
adalah awal dari selamanya
padahal ternyata,
ia adalah tempat
kita terakhir kali
bersama.
Jakarta, 3 September 2026