Hujan Fajar
Karya: Muthia Nur RohmahMalam kini penuh tangis
Sebagaimana hujan yang tak kunjung reda
Harap pun runtuh bersama keringnya daun gugur tak berbisik
Pipi menjadi saksi
Akan luka yang bersemayam gundah
Akan luka yang redam pada lisan
Luka yang enggan menyingkap
Kesedihan memeluk malamnya
Menjelma bak sahabat sejati
Yang bersemayam indah pada luka
Luka yang teramat pahit, menyertainya sekarat
Tahuku tangis akan sirna
Sama halnya fajar menenggelamkan petang
Tangisku tahuku tak akan sial
Karena mewangi tabebuya yang semerbak
Kini hadirnya lebih sering mengering
Pedihnya rapat dalam dekap
Menjadikan aral sebagaimana asa membuncah
Warnanya pudar ataupun pekat
Purworejo, 1 September 2026