Di Balik Jendela yang Basah
Karya: Rindyani Ainur SetiawanMalam menunduk di balik jendela,
bulan pucat menggantung tanpa suara.
Di pipiku, jejak bening perlahan tiba,
membawa cerita yang tak sempat terbaca.
Ada rindu yang tumbuh tanpa sapa,
ada luka yang memilih tinggal di dada.
Kubiarkan air mata jatuh apa adanya,
seperti hujan pulang ke tanah yang sama.
Aku pernah berharap pada cahaya,
namun langkahku tersesat di antara kecewa.
Meski hati retak oleh banyak perkara,
aku percaya pagi tetap membawa cahaya.
Sebab tidak semua yang jatuh harus binasa,
tidak semua perih berakhir sia-sia.
Mungkin dari mata yang basah dan terluka,
akan tumbuh hati yang lebih kuat menjaga asa.
Cianjur