Bekas yang tak ikut pergi
Karya: Rika Fitri AstutiLara yang kita sepelekan, takkan pernah menjadi sederhana
Tak seindah puisi sapardi di bulan juni
Tak juga sepilu lagu-lagu hindia
Ia tumbuh diam diam
Di antara dada yang terlalu Lelah
Dan mata yang kerap kali basah
Tak sesederhana senyummu
Juga tak serumit alur takdirku
Waktu berjalan terlalu jauh
Namun nyatanya hati turut menarik pisau di sepanjang jalan itu
Jalan ini jiwaku Jalan ini aku
Saat pisau itu di tarik ia turut meninggalkan bekasnya
Maka tak pantas kau tanyakan mengapa sebuah laut begitu tenang
Di ketenangan itu ada ombak yang tak pernah benar-benar surut
Diam menjadi pilihan aman
Tapi didalam diam itu bukan selalu sembuh yang tinggal
duka lara tak selalu terasa disana
meski sesekali air mata tetap turun
seolah ia tahu kemana harus pulang.
Pekanbaru, 9 September 2026