Aksara Tangis Tawa
Karya: Putri DewiTawaku kala itu
menggema di seluruh buana,
seakan tak pernah bertemu dengan air mata
yang menyimpan luka.
Tangisku kala itu,
menggelegar seantero jagat raya,
namun tiada terdengar isakan,
bahkan sesenggukan yang meminta iba.
Air yang jatuh tanpa permisi,
enggan membuat bunyi,
tatapan nanar menembus sunyi
membawa sejuta tanya dalam diri.
Sejuta mengapa menggantung di dada,
tanpa jawaban, tanpa suara,
aku memilih diam, menyimpan kata,
sebab tak semua luka
mampu diterjemahkan oleh air mata.
Kediri, 19 september 2020