Rantai Roda Berputar
Karya: Amira Ghania RahmahAku terbangun,
melihat sekitar tampak muram.
Bisik-bisik berkata bukan ini arahnya,
tak jelas aku.
Aku terbangun,
remang-remang mendatangiku.
Rantai-rantai tak ada permisi,
pipiku terasa ditusuk.
Aku terbangun,
melihat jejak yang kutinggali,
melihat jejak di depan yang tak kuketahui.
Bukan aku yang menerimanya, kan?
Bagaimana bisa bayang-bayang
segelap itu membuat amat suram,
lampu yang tak ada habisnya?
Roda ini berputar tanpa henti,
namun di titik ini, kuasa serasa tak kunjung berhenti.
Pipiku terasa ditusuk, dinding-dinding kian meretak,
tapi kenapa ini tak ada habisnya?
Kian hari, akalku bisa musnah.
Aku tercekik rantai-rantai,
rantai yang sangat menghancurkan dinding.
Tetesan mengenai pipiku kini
mulai tak malu,
bahkan sederas air hujan pun mampu.
Hingga kini, tak ada satu raga menanyaiku.
Dinding ini terus retak, bahkan air itu kini ramai.
Mengapa?
Kuasa hanya kepadaku?
Apakah terlilit rantai kutukan?
Bekasi, 14 September 2026