TAWA: Jangan Sebut Bahagia
Karya: Pety Sumardiani, S.Pd., Gr.Tawa bukan selalu bunga
Mekar dari taman bahagia
Kadang ia daun
Menutup luka di batangnya
Ada tawa lahir dari gugup
Dari perpisahan tanpa nama kehilangan
Dari hati memilih diam
Agar air mata kehilangan jalan
Kita sering keliru membaca wajah
Mengira lengkung bibir
Tanda segala baik-baik saja
Mungkin tawa hadir
Agar ibu tidak cemas
Agar sahabat tetap tenang
Agar dunia percaya
Ia masih mampu berdiri
Jangan buru-buru sebut tawa itu bahagia.
Sebab mungkin
Tawa hanyalah cara terakhir
Untuk berkata “Aku baik-baik saja”
Saat dirinya sendiri
Tak lagi tahu caranya
Madiun, 08 September 2026