Terapung di atas Pikiran
Karya: PELIKA AMELIA PUTRIMata ini terbuka, bukan karena terbitnya sang mentari
Namun oleh guncangan pikiran yang menghantui
Derai air mata semalam masih membekas di pipi
Menandakan pilu hati yang tak kunjung terperi
Ah, riuhnya pikiranku tentang masa depan
Menyusun rencana demi rencana tanpa kepastian
Merangkai satu demi satu dalam harapan
Hingga satu kesalahan menghancurkan semuanya
Kembali aku amati
Bertanya pada diri ini, 'Kesalahan apa yang kulewati?'
Air mengalir lembut menyentuh jemari kaki
Seolah menyapa, mengajak raga ini berhenti
Ternyata Sang Pencipta memanggilku dalam sunyi
Untuk menata kembali arah langkah, menenangkan hati
Lampung, 30 Agustus 2026