“Kau Pergi, Rumah Itu Tetap Menunggumu”
Karya: Parisya Hayu SadinaMalam selalu datang
membawa suara yang sama,
ketukan angin di jendela
dan sunyi yang tidak pernah
pandai menyebut namamu.
Di meja, secangkir teh telah lama kehilangan hangatnya.
Seperti aku yang perlahan belajar menerima
bahwa tidak semua yang ditunggu
akan kembali mengetuk pintu.
Dulu, kita pernah duduk di sana,
berbagi cerita sampai lupa waktu.
Kini kursi itu kosong,
tetapi kenangan masih tinggal,
seolah belum tahu
bahwa kau telah memilih pergi.
Aku pernah marah kepada jarak,
kepada waktu yang terlalu cepat,
juga kepada diriku sendiri
yang masih menyimpan percakapan
yang seharusnya sudah selesai.
Namun malam ini aku mengerti,
kehilangan bukan selalu tentang
seseorang yang benar-benar pergi.
Kadang, kehilangan adalah
ketika kita masih mencintai
seseorang yang sudah tidak memilih kita.
Maka pergilah,
jika itu membuatmu menemukan bahagia.
Aku tidak akan menahan langkahmu,
meski setelah pintu itu tertutup
rumah ini akan terasa
jauh lebih luas dari biasanya.
Dan jika suatu hari
kau mengingat tempat ini,
ingatlah bahwa pernah ada seseorang
yang menunggumu tanpa banyak suara,
seseorang yang akhirnya belajar
melepaskan, meski hatinya
belum selesai mencintai.
Sebab tidak semua perpisahan
harus berakhir dengan kebencian.
Ada yang cukup disimpan
sebagai nama yang pernah tinggal,
lalu perlahan dikembalikan
kepada waktu.
Dan aku akan tetap di sini
bukan untuk menunggumu pulang,
melainkan untuk belajar
menjadikan rumah ini
sebagai tempat pulang
bagi diriku sendiri.
Pekanbaru, 09 September 2026