Bahasa yang Tak Terucap
Karya: DAMAR WULAN OCTAVIANIDi balik jendela netra yang kian meredup,
Ada badai bisu yang tak sempat terucap.
Mega kelabu perlahan memeluk pelupuk,
Menyembunyikan kata yang patah dan remuk.
Maka biarkan gerimis perlahan luruh,
Membasuh dada yang diam-diam bergemuruh.
Menganak sungai ia di belantara pipi,
Menyusuri celah malam yang teramat sepi.
Bukan, ini bukan sekadar air yang jatuh,
Melainkan doa-doa yang teramat rapuh.
Sebuah aksara saat lisan tak lagi mampu,
Mengeja duka yang bersarang lelap di kalbu.
Biarlah tumpah segala rahasia sang jiwa,
Hingga luruh segala isak dan juga kecewa.
Sebab dalam setiap tetes yang pecah ke bumi,
Ada luka yang luruh, dan sembuh yang bersemi.
Ketapang, 5 September 2026