Aliran sunyi di pipi
Karya: Nurul MeylaniMalam mengendap dalam keheningan
Di luar sana, hujan memeluk kegelapan
Mataku menatap hampa penuh kepasrahan
Sosok penyayang, kini hanya tinggal kenangan
Seketika, guntur memecah kesunyian
Seolah langit ikut larut dalam kedukaan
Dada ini remuk, luruh tak bertepian
Ibu, engkau pergi menuju keabadian
Maaf, dahulu aku kerap mengacuhkanmu
Nasihat bijakmu hanya berlalu bersama debu
Kini, andai sang kala sanggup memutar waktu
Masihkah ada peluk hangatmu untukku, Ibu?
Sudut ruangan mencatat sunyi kepedihan
Di pipi ini, mengalir deras tangis penyesalan
Segala angan lebur menjadi debu kepasrahan
Kini, hanya doa dan ampunan yang kupanjatkan
Banda Aceh, 7 September 2026