Pecahnya Bintang-Bintang
Karya: Nurul Ausathi WitriIsak itu mengamuk
bagai topan yang
menderu-deru.
Seikat sepi lahir
dari matamu,
dalam.
Dan hari itu,
tangis berhamburan
di antara pecahnya
bintang-bintang.
Tepat saat langit
mulai merobek
dadanya yang
tumpah hujan.
Kau kembali
melandaku dengan
retak-retak ingatan
yang tak kunjung hilang.
Air mata
membasahi pundak
ibu dan tebalnya
buku-buku
Dinding-dinding
pecah
tangis-tangis
merekah.
Kata-kata
berhamburan
menghujam
kenangan.
Aku mengubur diriku
hidup-hidup,
dalam-dalam,
enggan ditemukan.
Bandung, 14 September 2026