Perempuan Yang Menjahit Tangisnya Sendiri
Karya: Nur Iza Vara AinPerempuan itu menyimpan tangis
di lipatan malam yang tak pernah bertanya.
Ia menangis pelan,
seolah kesedihan pun harus meminta izin
untuk tinggal di tubuhnya.
Berkali kali ia merasa
tak ada hati yang benar benar memilihnya.
Ia menjadi persinggahan,
bukan rumah;
menjadi nama yang mudah diingat,
namun mudah pula dilupakan.
Di hadapan cermin,
ia pernah bertanya kepada Tuhan,
mengapa dirinya selalu terasa kurang
di mata mereka yang ia cintai.
Lalu, suatu pagi,
ia menemukan sesuatu
yang selama ini luput ia cari:
dirinya sendiri.
Ia mengumpulkan serpihan hatinya,
menjahitnya dengan kesabaran,
lalu mengenakan kembali jiwanya
yang sempat tercerai.
Sejak itu, ia tak lagi menunggu
seseorang datang untuk mencintainya.
Ia belajar menjadi rumah
bagi dirinya sendiri.
Sebab akhirnya ia mengerti,
tidak semua kehilangan adalah akhir;
sebagian adalah pintu
menuju pulang yang sebenarnya.
Tuban, 03 September 2026