Yang Tidak Terlihat
Karya: Nur HomsyahAku menangis tanpa suara.
Tidak ada isak yang mengetuk pintu,
tidak ada tangan yang datang mengusap kepala.
Hanya air yang jatuh pelan
dari mata yang sejak pagi berpura-pura baik-baik saja.
Orang-orang mengira aku sudah sembuh.
Aku masih tertawa,
menjawab sapaan,
pergi ketika dipanggil,
dan berkata, “aku tidak apa-apa.”
Padahal ada sesuatu yang setiap malam tumbuh di dalam dada.
Namanya rindu.
Rindu bisa membuat seseorang menangis
kepada bantal agar tak ada yang tahu
bahwa ia sedang kalah oleh kenangan.
Aku tidak malu menangis.
Ada kesedihan yang tidak membutuhkan penonton.
Ada air mata yang hanya ingin jatuh,
bukan untuk dikasihani.
Malam ini, biarkan ia selesai.
Besok aku akan tersenyum.
Meski begitu,
beberapa air mata tidak pernah benar-benar kering.
Mereka hanya belajar tinggal di tempat yang tidak terlihat.
Kudus, 15 september 2026