Nur Fitriyani - Niskala yang Menetes dari Pelupuk Mata (OSN 3.8)

📅 02 September

 Niskala yang Menetes dari Pelupuk Mata

Karya: Nur Fitriyani


Malam menenun kelam di serambi nestapa,
bulan menggigil pucat di telapak angkasa,
dan hujan, dengan jemari dinginnya,
mengetuk jendela seperti seseorang
yang tahu jalan pulang,
tetapi tak lagi tahu kepada siapa.

Aku diam.
Sebab ada tangis yang terlalu purba
untuk diterjemahkan menjadi suara,
terlalu dalam untuk diselamatkan kata,
terlalu luka untuk sekadar disebut duka.

Maka kubiarkan ia jatuh perlahan,
sebutir demi sebutir dari pelupuk kehidupan,
menjadi sungai kecil di pipi kesunyian,
mengalir membawa serpihan kenangan,
membasuh nama yang telah lama
kucoba kuburkan dari ingatan.

Tangis, barangkali, adalah hujan
yang gagal menemukan langit untuk kepulangan;
ia memilih tinggal di mata seseorang,
menjadi samudra tanpa tepian,
menjadi badai tanpa suara,
menjadi doa yang kehilangan Tuhan?


Tegal, 1 September 2026