Cermin Yang Tak Pernah Bersalah
Karya: Nuraenah RamadaniDi hadapanmu, kutemui raga yang retak,
jejak-jejak kecil yang kusebut cela.
Raga yang kupunya terasa asing adanya,
sebab netraku buta, hanya lihai menimbang luka.
Kau tak pernah berbisik bahwa aku tak berharga,
tetapi diriku yang kerap kujadikan hakim atas rupa.
Ku pungut pantulanku di wajah-wajah mereka,
lalu lupa bahwa aku pun berhak menari dalam nirwana.
Di luar sana, seribu pintu telah terbuka,
namun langkahku terpasung oleh cemas dan prasangka.
Bukan semesta yang kikir manahan cahayanya,
hanya saja, aku yang belum berani merangkul lukanya.
Tangerang, 07 Agustus 2026