Gema air mata di atas puing
Karya: Nur AeniTangisku membelah malam yang gulita,
sengaja kutebas seluruh sunyi.
Agar hancurku menggema,
agar mereka sadar luka ku punya arti.
Bangunan yang dulunya rumah untukku pulang,
kini telah rata dengan tanah.
Sebagai lahan pembangunan,
menyisakan gema air mata.
Kusuarakan segala runtuhku agar mereka membuka mata,
bahwa jerit pilu berasal dari mulut manusia!
Bukan gonggongan para anjing gila!
Bukan deru yang sekedar bercanda.
Baginikah cara kerja dunia?
Berpesta di atas derita,
mendengar keadilan jika ada harta,
tersayat lara ketika yang terluka memiliki tahta.
Luwu Utara, 06 September 2026