Menyembunyikan Tangisan di Balik Tatapan Sendu
Karya: NoraDi balik tatapannya yang tampak tenang,
ada hujan yang memilih jatuh tanpa suara.
Tidak seorang pun melihatnya,
sebab mata itu telah belajar menjadi langit
yang menyimpan mendungnya sendiri
di balik awan yang gelap.
Senyuman tetap diletakkan pada wajah,
seperti tirai yang menutup jendela,
agar cahaya tidak mengetahui
betapa gelap ruangan di dalamnya
yang tanpa cahaya lampu.
Ia tidak pernah meminta siapa pun bertanya.
Bukan karena tidak ingin didengar,
melainkan karena terlalu lama belajar
bahwa beberapa tangisan
lebih aman disimpan dalam diam.
Maka ia berjalan seperti biasa,
menyapa dunia dengan wajah yang sama,
senyuman yang sama,
sementara di balik tatapan sendunya,
ada hati yang perlahan
belajar mengeringkan hujannya sendiri.
Polewali, 1 September 2026