Tinta
Karya: Najwa amaliyaJika kau abadi dalam setiap aksaraku,
menjadi nyawa dari setiap goresan tintaku.
Namun, mengapa kehadiranmu justru menjadi goresan tajam?
Aku hanya seonggok kertas tak bernyawa
yang digunakan hanya saat dibutuhkan.
Jika kau datang dengan tinta tajam,
menggoresku dengan luka menganga,
Aku harus apa?
Jika bisa ku tulis ulang kehadiranku,
aku harap kau datang sebagai kertas, bukan sebagai tinta.
Semua itu sebatas angan,
di saat aku hancur lebur oleh noda hitam.
Majalengka, 1 September 2026