Perdebatan antara hati dan malam
Karya: Nahzun azqiyaDi bawah jemari rembulan yang mulai memucat, ilalang berayun, menyembunyikan rindu yang pekat.
Satu detik kupinjam dari sisa waktu, merenungi arti, merangkai kenangan yang mulai membatu diantara temu yang kini berubah menjadi semu.
Di pagi hari kutitipkan salam diantara rasa kecewa yang menyelimuti doa namun hidup terasa curang,
Sebab risau senantiasa datang menerjang dalam lamunan tentang kehebatan yang semu,
Tawa dan sedih hanyut dalam arus yang membisu. Lihatlah mereka, berlari mengejar capaian,
Demi jabatan dan uang, mereka menukar keadilan.
Bahagia pun menjelma pisau yang tajam,
Menikam sesama, baik di siang maupun dalam kelam.
Apakah kita akan terus membiarkan air mata, hanyut oleh badai yang merobek dada?
Hanya menyisakan doa atau ramalan nasib, ditengah waktu yang terus berbisik, tak peduli meski kita karib.
Namun, diantara gelap dan cahaya kemenangan, waktu tetap melantunkan kedamaian
.
Maka, di atas segala perbedaan yang ada,
dapatkah kita saling
Tegal, 10 September 2026