Membeku dalam rindu
Karya: Nahieda YoemanaBagaimana bisa ,Rama bernapas tanpa Sinta?
Bagaimana bisa, samudra hidup tanpa arus ombak?
Lalu, bagaimana bisa aku melangkah, sementara kakiku telah karam dan tiada?
Mungkinkah ingatamu telah membeku di kutub yang sunyi?
Haruskah aku mengutuk pada langit, memprotes cemburu pada awan yang memeluk bayangmu lebih dulu?
Ada kala ketika senyap menjelma bising yang menyayat,
bukan karena riuh gerimis di luar jendela
melainkan udara pekat yang merayap, menghujam dada hingga menembus jantung.
Setiap detik yang berdetak adalah sisa jejak yang kau tinggalkan.
Apakah malam sungguh berdusta? Apakah semesta mendekap dosa dalam pelukannya?
Dan kita, bagaimana mungkin kita membayar terimakasih pada mereka yang terpaksa?
Teduh matamu selalu kucari, tatkala jarak mengeja sepi, rindu ini berdialog seakan telah mati. Mungkin semesta sedang mengutuk ku. namun, aku tetap merindukan mu
Surabaya, 13 September 2026