Rumah yang Runtuh
Karya: Desanda Raisya Haris XavierraDulu, saat aku belum mampu, Bu
Saat belum mampu menulis dan hanya bisa meniru
Rumah bagiku...
Terasa sangat hangat dan utuh, Bu
Kala mentari bersinar
Kala itu juga ada renyah yang merekah
Dan di setiap mata riang yang berbinar
Selalu ada senyum hangat yang indah
Namun, Bu
Griya yang utuh tak selamanya sauh
Lentera tak selamanya menyala
Kadang, yang utuh pun...
Bisa runtuh.
Dekapan yang dulu hangat
Kini menjadi porak-poranda
Bangunan yang dulu kokoh dan kuat
Kini hanya bersisa puing bernoda
Ku basuh piluku
Saat tangis tak bisa kubendung
Sembab mataku
Karena membasuh tangis saat meraung
Namun, aku yang rapuh untuk tumbuh
Hanya bisa patuh
Untuk rumah yang utuh,
Atau rumah yang runtuh.
Klaten 13 September 2026