Nabila Amalia Putri - Untuk Ibu yang Kami Lukai Diam-Diam (OSN 3.8)

📅 03 September

 Untuk Ibu yang Kami Lukai Diam-Diam

Karya: Nabila Amalia Putri


Ibu
Betapa indah rumah yang kau hamparkan.

Lautmu biru membentang,
sawahmu bagai permadani hijau,
gunung menjulang tanpa pasak,
hutan lebat bagai paru-paru kehidupan.

Kami menyebutmu rumah,
tempat perbedaan hidup berdampingan.
Namun, entah sejak kapan,
senyummu berubah menjadi tangis.

Tangis yang jatuh saat tanah terguncang,
menyaksikan bangunan menjadi kepingan reruntuhan.
Di tempat lain, hutanmu terbakar,
langitmu menghitam karena asapnya.

Tangismu bertambah deras
saat putra-putrimu saling melukai,
ketika yang lemah dihakimi,
sementara ketidakadilan pandai bersembunyi.

Ibu,
mungkin tangismu isyarat dari Tuhan,
peringatan untuk kami yang terlena
karena menguasai bumi sesuka hati.

Maka, biarlah setiap retak tanahmu,
setiap bara di hutanmu,
dan setiap air matamu
mengingatkan kami atas kuasa-Nya,
tuk menjaga titipan-Nya
dengan hati yang masih mampu menangis,
agar kebahagiaan
tak membuat lupa
bahwa bumi dapat terluka.



Solo, 2 September 2026