Setetes Luka di Ujung Syurga
Karya: Muhammad Yaris FirdausDi taman arunika yang disulam cahya nirwana
Bersemayam sukma kecil dalam diam yang nestapa
Menyulam doa pada cakrawala tanpa suara
Sebab jagat terlalu riuh mendengar ratapnya.
Ia bukan bara yang membakar semesta
Hanya setetes lara yang jatuh di relung atma
Namun baginya seluas samudra kehilangan makna,
ketika kasih gugur sebelum sempat menjelma.
Wahai mahakala, mengapa takdirmu menenun nestapa?
Pada jiwa mungil yang belum mengenal dusta dunia
mengapa bunga suci harus layu sebelum mekar sempurna?
Dan embun bening harus mengenal getirnya luka.
Maka biarlah angin membawa hikayatnya ke angkasa
Tentang anak kecil yang memeluk sunyi dalam sukma
Sebab di ujung syurga yang bercahaya sempurna,
tersimpan setetes luka yang abadi menjadi aksara.
Karawang, 30 Agustus 2026