Muhammad Nur Fatah Arizqi - Tawa Tujuh Menit Terakhir (OSN 3.8)

📅 02 September

 Tawa Tujuh Menit Terakhir

Karya: Muhammad Nur Fatah Arizqi


Tawa Tujuh Menit Terakhir

Katanya, maut selalu datang membawa arsip,
lembar-lembar ingatan yang selama hidup disegel kesadaran.
Lalu mengapa tak seorang pun kembali membawa salinannya?

Aku membayangkan tujuh menit itu
sebagai lorong tanpa kalender, tanpa nama.
Di sana, waktu menguliti kenangan,
memilih satu untuk menjadi napas terakhir.

Betapa ganjilnya semesta.
Ia tak menyerahkan wajah ibu,
tak pula tepuk tangan kemenangan.
Ia justru menyodorkan tawamu,
seringan cahaya, setajam penyesalan.

Mungkin sebab yang paling abadi
selalu lahir dari hal yang nyaris tak dianggap.

Maka bila kelak kelopak mataku ditutup dunia,
jangan mencari tangis di wajahku.
Sebab tujuh menit terakhirku
telah habis mendengar seseorang tertawa,
dan barangkali,
itulah satu-satunya keabadian
yang gagal dibinasakan oleh kematian.


Karawang, 1 September 2026