Muhammad Fakhry Muhanna - Senandika (OSN 3.8)

📅 06 September

 Senandika

Karya: Muhammad Fakhry Muhanna


Malam menulis namamu
dengan tinta yang tak kunjung kering,
langit, bak lembar tua,
melipat sunyi di dadanya.

Aku membaca kesunyian,
aksara demi aksara,
hingga sesuatu jatuh
tanpa suara.

Barangkali itu tangis,
atau hati yang terlalu lama
menyamar sebagai tabah.

Air mata mengalir,
membawa senja,
bau tanah,
dan kenangan yang enggan pulang.

Sebab ada luka
yang tak pandai menjadi kata,
dan ada kata
yang lahir setelah mata berbicara.

Jika kelak tangisku reda,
jangan kira aku telah sembuh,
mungkin kesedihan telah menjelma aksara,
menetap diam-diam
di antara tulang dan sunyi.


Nanga Pinoh, 6 September 2026