Tangisan yang sunyi
Karya: Muhamad Dani Rafin ArfanaBerjalan melintasi kota yang ramai,
Namun terasa begitu sunyi.
Berbagai suara berderu di telinga,
Namun kesunyian masih melekat dalam diri.
Bangku taman menjadi teman berbincangku,
Meski ia tak pernah benar benar mendengar.
Langit perlahan menumpahkann air,
Kubiarkan hujan mulai membasahi tubuh ini.
Barangkali dinginya air,
Dapat menutup sedikit luka,
Yang terlalu lama kubawa.
Hujan dan bangku taman menjadi saksi bisu,
Diri ini sangatlah rapuh
Air mata kubiarkan tumpah tanpa kutahan
Bercampur dengan hujan
Hingga tak ada yang menyadarinya
Mana yang berasal dari langit
Dan mana yang berasal dari diri ini.
Malam terus berlalu,
Jalanan tetap ramai,
Lampu lampu masih menyala,
Dan diantara semuanya,
Aku akhirnya membiarkan diri ini menjadi dirinya sendiri.
Yogyakarta, 3 September 2026