Ruah Air Mata
Karya: Muhamad Bima NugrohoBahagia, Kecewa, Amarah?
Mereka semua hambar,
Rembulan hanya terharu
Bila Isak tangis mulai merintih
Bintang malam itu, Bertanya?
Rintihan dari lisan oleh insan yang mana?
Yang mengganggu gemerlap
Cahaya remang-remang ku
Bagaimana aku menyambut mentari
Dengan awan yang suram
Bagaimana ku lihat Surya
Saat di iringi gemercik hujan
Langkah ku berhenti di jalan berlumpur
Air mata menyatu bersama gumpalan tanah
Sesak tersedu bak sungai
Di penuhi batu simpati
Sudah tak mampu jiwa raga ini
Membendung air mata bila ruah
Menjadi banjir yang mengairi
Tanah gersang kemarau
Rupat, 13 September 2026