Di balik sunyi
Karya: Marvel Aditya OklensyaHarusnya tangis ini berisik
Tak seharusnya sunyi hadir menggelitik.
Dalam heningnya malam, aku menangis dengan memeluk semua luka yang aku miliki.
Malam pun seakan mengusap bahuku, membisikan tenang di antara sesak yang membelenggu.
Namun air mata ini seperti sungai tak bertepi, mengalir membawa cerita yang tak pernah selesai.
Hatiku adalah rumah yang kehilangan cahaya, tempat segala kecewa pulang tanpa suara.
Bintang-bintang menatapku dari kejauhan, seolah mereka tahu seluruh kisah yang kusembunyikan.
Aku ingin berteriak kepada langit, memecahkan seluruh cakrawala dengan satu jeritan, agar dunia tahu betapa beratnya hati yang terlalu lama berpura-pura kuat
Tapi fajar perlahan mengetuk jendela,
membawa secercah harapan di antara luka, mungkin aku belum sepenuhnya sembuh, namun aku masih berjalan,
menjadikan luka sebagai peta untuk menemukan diriku sendiri.
Lampung, 14 September 2026