Retakan Senyum Sang Boneka
Karya: Maulida Nur KhasanahRetakan Senyum Sang Boneka
Di bawah lampu panggung yang benderang,
Kupakai topeng jenaka, menyamar sempurna.
Lengkung wajah menipu setiap pandang,
Bagaikan boneka indah tanpa cela.
Namun di balik topeng yang kukira kuat,
Air mata mengalir, membendung pekat,
Menyimpan duka yang tak mampu kucurah.
Ada rahasia yang tak pernah tercurah,
Dendam lama memendam bom waktu.
Cerianya hanyalah kepura-puraan,
Memikul derita yang kian memberat.
Saat jemari mencoba membagi duka,
Dunia mencibirnya aneh dan jenaka.
Tangis dituduh rekaan belaka,
Membuat jiwa kian rapuh.
Ingin kupeluk boneka malang itu,
Merajut benang yang terputus.
Membasuh lukanya dari debu,
Agar tak lagi menangis tersedu.
Wahai boneka dunia, bangunlah,
Ada tangan yang siap mendekapmu.
Tanggalkan topeng yang melelahkan,
Dunia luas untuk keluh kesahmu.
Jangan menyerah, kau jiwa hebat,
Tetap bersinar tanpa sekat.
Bangkitlah wahai boneka tangguh,
Senyum tulusmu tak lagi runtuh.
Berbes, 07 September 2026