Tawa yang aku rindukan
Karya: Aaleyah RamadhaniDi sudut kamar yang gelap dan sunyi,
Aku menangis memanggil namamu dalam diam,
Mencari tawamu yang dulu menggema hingga ke cakrawala,
Namun kini hanya gema angin yang datang menemuiku disini.
Gema tawamu yang dulu pecah tanpa beban,
Menjadi obat untuk semua luka dan kesedihan,
Namun sekarang tiada tawa lagi yang menemani,
Yang ada hanya sunyi yang menebas kenangan perlahan.
Angin berbisik membawa bayangmu yang silam,
Menamparku dengan kenangan yang tak bisa kembali ke dalam pelukan.
Tawa yang aku rindukan,
Yang dulu selalu datang membawa kehangatan,
Kembalilah ke dalam dekap pelukan,
Sebelum aku lelah karena menahan kerinduan.
Bekasi,5 September 2026