Menghargai Derai Hujan
Karya: Ma'rifat Anugrah Makutha RamaDerai hujan membasahi pedihnya
memoriku saat itu,
dengan basahnya jalan
serta padat lalu lintas.
Ramainya para pengendara
menepi segera
agar tak membasahi tubuhnya;
senantiasa hadir
kala pahitnya cerita kita.
Saat tak ada tempat tuk bersinggah,
Ia selalu ada
saat situasi tak sama;
saat aksara... tak mampu mewakili
Pasrah padanya
merupakan hal nyata
ditengah tawa, duka, dan lara.
Setiap rintiknya tercipta memori,
hingga hening pun sangat berarti
bagi jiwa—yang masih mencari
Mojokerto, 7 September 2026