Tangis Yang Belajar Menjadi Senyum
Karya: Mahzan Hozindar RizkoIsakan luruh tanpa mengenal waktu
Menyapu rupa dan enggan mengaku pilu
Sesekali mencoba untuk membisu
Lidah berubah menjadi kelu
Kini ia berlatih mengecilkan suara
Menyamar di antara canda tawa
Agar tak terketahui oleh sesiapa
Lalu berlagak seolah tiada apa-apa
Lamat-lamat bibir menjadi sekolahnya
Mengajarkan lengkung tak bermuara
Setiap getir adalah sandiwara
Hingga nanar kehabisan bahasa
Tiada lagi jatuh bernama air mata
Tiada lagi curiga di balut prasangka
Orang-orang selalu menyebutnya bahagia
Padahal ia hanya berganti nama
(Tebaban Barat, 8 September 2026)