Tawa yang Hanya Aku Tahu
Karya: KIRANA. KAku bukan orang yang mudah bersuara, lebih suka diam, membiarkan hati berbicara.
Namun ketika tawa itu hadir tiba-tiba, seketika dinding di dalam diriku runtuh juga.
Bukan tawa yang riuh dan menggelegar, melainkan yang lembut, seperti angin berhembus pelan.
Tawa itu menjadi jembatan yang tak terucap, menyapa jiwaku yang kerap merasa sendirian.
Bagiku tawa bukan sekadar bunyi biasa, ia cahaya yang menentukan aku di tempat tersembunyi.
Sederhana namun menyimpan makna begitu dalam, membuat dunia terasa lebih dekat dan berarti.
Gowa, 8 September 2026