Tertawan Tangis Bermandikan Kecewa
Karya: Ika Putri Agung KhKu pandangi riuh hujan di jendela,
ku sapu lembut embun yang tertata.
Rasanya, hujan tak lagi bermakna,
Sejak air mata lebih deras di muka
Ada yang lebih hebat daripada luka,
menangisi diri yang tak lagi mampu
menampung air mata yang tersedu,
menjalani sisa hidup tak bermakna.
Kalaupun datang sejuta tawa,
tak lagi berarti bagi sang penduka.
Untuk apa mencoba bahagia,
jika tangis telah menjadi teman setia?
Jika ada kesempatan berikutnya,
ingin rasanya hidup lebih bahagia.
Tak ada lagi derai air mata,
tak ada lagi duka yang menyiksa
Bondowoso, 15 September 2026