Tidak Perlu Topeng untuk Menangis
Karya: Anisa Rania PutriBaskara mulai tenggelam di ufuk barat,
menelan senja di balik temaram,
menyisakan sunyi yang kian pekat,
mengantarkan malam bersama kelam.
Lihat topeng itu ...
mulus tanpa bekas lara,
melukiskan senyum di wajah yang terluka,
namun retak tanpa suara.
Riuh dunia menekan punggung,
menghadirkan gelisah yang tak berujung,
tanpa ruang untuk bernaung,
tanpa telinga untuk menampung.
Lepaskanlah topeng itu ...
Tidak perlu topeng untuk menangis.
Tidak perlu terus kau pendam;
bukan karena lemah,
melainkan karena hati pun berhak menghela napas.
Biarkan muara itu rapuh,
biarkan isak menemukan hilirnya,
mengalir membawa lirih yang berderih,
menyusuri perih hingga perlahan jernih.
Sebab,
tidak selamanya ketegaran harus tampak tegar.
Ada saatnya air mata menjadi bahasa
ketika kata-kata kehilangan suara.
Bojonegoro, 10 September 2026