Lautanku dan Senjamu
Karya: Iin Inayati FajriaDikala kita bersenja gurau,
sesaat cahaya senja memotret cinta kita.
Desiran penaku selalu sempurna untukmu.
Kepalaku buncah oleh samudra rindu.
Riak duka menjadi tangis yang menyentuh sukmaku.
Lautanku dan senjamu mengiring kata pulang.
Dibawah payung teduh, dia hadir memayungi curah hatiku.
Gunah gulara hujan adalah untaian kehilangan dirimu.
Mengutuk aksara menjadi luka lara.
Air mataku menjadi tinta ukiran rinduku padamu.
Goresan luka membunuh sukmaku.
Ragamu menjadi abu.
Abu kepergian menjadi rindu akan cintaku yang abadi pada lautanku dan senjamu.
Tiupan abu menjadi saksi bahwa cintaku melekat pada jiwamu.
Serpihan patah hatiku itu hanyut pada pertemuan yang sirna.
Ini untuk lautanku dan senjamu.
Meniup rasa untuk mengungkap rahasia hati.
Alabio,09-09-2026