Akar Layu, Bunga Mekar
Karya: I Gusti Ayu Yunika Darma PutriGadis kecil menari
di antara akar yang belum ia kenali,
mengejar raga yang ia kira takkan pernah pergi.
Ia percaya pagi selalu membawa
langkah seseorang pulang.
Belum tahu ada pintu yang tertutup tanpa suara.
Waktu menuntut dengan tangan tak lembut.
Mengambil nama dari rumah kecil itu,
menyisakan kursi yang lebih pandai mengingat.
Aku mencarinya di halaman menguning,
di sudut rumah yang hafal tubuhku,
di udara selepas hujan.
Namun dunia tetap diam.
Maka aku belajar dewasa sebelum mengerti.
Belajar tersenyum saat rindu tak beralamat.
Lembar demi lembar kulalui tanpa paham.
Kini aku mengerti, tidak semua perpisahan
punya jalan kembali. Sebagian hanya jejak
agar kita tahu pernah ada yang berarti.
Aku menolak jadi nama dari kehilangan.
Aku memilih bertumbuh.
Mengumpulkan serpihan, menjahit luka jadi keberanian,
menjadikan sunyi tempat mengenal diri.
Sebab pulang bukan kembalinya seseorang.
Pulang adalah saat aku mampu
menjadi rumah bagi diriku sendiri.
Karena akar bekerja dalam gelap
agar bunga berani ke cahaya.
Dan bunga dari tanah retak
hanya perlu mekar.
Atas namanya sendiri.
Bali, 02 September 2026