Sang Kotak Tawa
Karya: Gisela Nova RistantiIa mungkin hanya tampak ketika sang pemilik menginginkannya,
Ia menjanjikan cerita tawa nan sukar tergantikan oleh pilu tak bertepi.
Senyuman itu tak pernah koyak,
demi membual kepada sang pemilik.
Ia mampu menyeka sayu menjadi tawa mungil.
Terkadang sang kotak tawa tak ingin pemiliknya tahu,
jikalau Ia masih terjebak dengan luka lama dan menguncinya dalam sebuah kotak usang,
mengharap suatu hari nanti,
tuk tiba saatnya Ia bebas mendapat tawa bagi kedamaian nuraninya,
hingga akhirnya berhenti berputar pada titik kesunyian jiwa.
Senangnya Ia bisa menjadi terang semesta di kehidupan,
meskipun beban selalu bersampingan dengannya.
Tawa yang tak berujung adalah doa batinnya.
Ia benar-benar akan mengalahkan layu hati,
kali ini.
Karanganyar, 15 September 2026