"Sarang yang Jauh"
Karya: Fauzan Rakhmat FahriSaat senja tiba, hening menelan bising. Sekilas aku terpukau oleh kawanan burung yang kembali menuju sarangnya. Sayapnya membentang lebar bagaikan membelah langit. Namun, rasa penasaran terlintas di benakku: "Mengapa burung yang bisa terbang tinggi memilih untuk kembali?"
"Bukankah lebih bagus jika mereka melihat dunia luar?"
Hai! Inilah aku, 'burung' yang memilih untuk menyekat diri, disentuh oleh keputusasaan, dirangkul oleh kesedihan. Menggali lubang kosong untuk memendam rasa, tetapi berujung jatuh ke dalamnya.
Aku bangun, aku menyaksikan.
Aku mendaki, aku jatuh, jatuh, dan jatuh lagi.
Aku kesulitan untuk terbang.
Begitu aku merangkul ketakutan, itu tidak seperti cerita yang pernah kubaca, tetapi helaian sayapku terkoyak dan diembuskan angin.
Pada akhirnya, akulah burung yang memilih untuk menetap di sarangnya itu.
Jakarta, 15 September 2026