Seutas Retak yang Sunyi
Karya: Elvi Bone RizkiDi antara ombak yang sunyi, aku menyimpan rumit yang tak pernah selesai.
Sendu mataku,
Menatap laut biru yang terbentang di sana,
angin menyapu lembut wajahku,
bulir bening berhasil lolos,
jatuh membasahi pipi.
Embusan angin menghapusnya perlahan,
hingga jejak itu mengering.
Namun, malam semakin larut.
Semua orang telah terlelap,
sementara aku masih terjaga,
Dalam berisik isi pikiranku.
Rasanya begitu penuh,
seakan hendak pecah.
Aku ingin memuntahkan segalanya.
Namun yang keluar hanya air mata.
Saat kamu memilih pergi,
seluruh hari terasa seperti duka.
Setiap harinya,
hatiku selalu berkabung atas kepergianmu.
Adakah sembuh untuk hati yang hancur?
Jika dikatakan ada,
mungkin itu hanyalah kebohongan
dari jiwa yang terlalu lelah.
Pekanbaru, 14 September 2026